Barito Timur

Bidik Misi 2016

In bidik misi on Agustus 23, 2016 at 6:15 pm

Persyaratan untuk mendaftar tahun 2016 adalah sebagai berikut:

  1. Siswa SMA/SMK/MA atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2016;
  2. Lulusan tahun 2015 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing- masing perguruan tinggi;
  3. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;
  4. Tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria:
    a. Siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM) atau Pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sejenisnya; atau
    b. Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali (suami istri) maksimal sebesar Rp 3.000.000,00 per bulan dan atau pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp 750.000,00 setiap bulannya.
  5. Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4;
  6. Memiliki potensi akademik baik berdasarkan rekomendasi obyektif dan akurat dari Kepala Sekolah;
  7. Pendaftar difasilitasi untuk memilih salah satu diantara PTN atau PTS dengan ketentuan:
    a. PTN dengan pilihan seleksi masuk:
    1) Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)
    2) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)
    3) Seleksi Mandiri PTN
    b. Politeknik, UT, dan ISI
    c. PTS sesuai dengan pilihan seleksi masuk

disalin dari http://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id/petunjuk/2

Workshop Penyusunan Kisi Kisi Soal Ujian Sekolah

In pendidikan on Februari 16, 2016 at 3:12 pm

Tamiang Layang. Tanggal 15 s/d 16 Februari 2016 bertempat di SMKN 2 Tamiang Layang. Diadakan workshop penyusunan kisi kisi soal ujian sekolah untuk SMK se-Kabupaten Barito Timur. Sebanyak 6 sekolah mengikuti kegiatan ini diantaranya SMKN 2 Tamiang Layang, SMKN 1 Tamiang Layang, SMKN Raren Batuah, SMKN Paku, SMK Bethel Matarah, SMK Jajaka Bartim.

image

image

image

image

image

image

image

Model-model Pembelajaran

In pendidikan on Desember 7, 2015 at 4:56 pm

Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Bruce Joyce dan Marsha Weil (dalam Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 165 pengikut lainnya